Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Senja di Ujung Jalan



Langit sore mulai berubah warna ketika Aisyah melangkah perlahan di trotoar kota yang ramai. Hatinya berdebar, bukan karena keramaian, melainkan karena janji temu yang telah lama dinantikannya.

Di ujung jalan, di bawah pohon besar tempat mereka dulu sering bertemu, Adrian sudah menunggu. Dengan tangan di saku celananya, ia menatap Aisyah dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kamu datang," ucapnya pelan saat Aisyah berdiri di hadapannya.

"Aku harus datang," jawab Aisyah dengan senyum tipis. "Aku butuh jawaban."

Adrian menghela napas panjang. "Aku tahu aku salah, Aisyah. Aku pergi tanpa menjelaskan apa pun."

Aisyah menatapnya lekat-lekat, mencari kepastian dalam sorot mata pria itu. "Kenapa, Adrian? Kenapa kamu pergi begitu saja saat kita sedang berusaha merajut masa depan bersama?"

Adrian menundukkan kepalanya. "Aku takut. Takut tidak bisa membahagiakanmu. Takut gagal. Aku berpikir dengan pergi, aku bisa menemukan jawabannya. Tapi justru yang aku temukan adalah betapa kosongnya hidupku tanpamu."

Aisyah menggigit bibirnya, menahan emosi yang mulai memuncak. "Dan sekarang kamu kembali? Setelah sekian lama?"

Adrian mengangguk. "Ya. Aku ingin menebus semuanya. Aku ingin memulai kembali, jika kamu mengizinkan."

Hening sejenak. Hanya suara kendaraan yang berlalu-lalang dan desir angin sore yang menemani mereka.

Aisyah menatap langit senja yang mulai meredup. "Kamu tahu? Aku dulu selalu berharap kamu kembali. Tapi seiring waktu, aku belajar untuk hidup tanpamu. Aku belajar berdiri sendiri."

Adrian menatapnya dengan cemas. "Apakah itu berarti sudah tak ada tempat untukku di hatimu?"

Aisyah tersenyum samar. "Aku tidak tahu, Adrian. Tapi jika kamu benar-benar ingin menebus segalanya, tunjukkan padaku. Bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan."

Adrian tersenyum penuh harapan. "Aku akan melakukannya, Aisyah. Kali ini, aku tidak akan pergi lagi."

Senja pun perlahan berubah menjadi malam, tapi di antara mereka, ada cahaya harapan yang mulai menyala kembali.

Post a Comment for "Senja di Ujung Jalan"